Skip to main content

Edisi Tahukah Anda ?

 MAKNA SELENDANG MAHIR


Selendang, adalah alat untuk menggendong (mengemban) anak / bayi. Ini bermakna bahwa para pembina mahir yang menggunakan selendang mahir laksana orang yang mengemban tugas suci menyiapkan dan mengantar generasi muda ke arah / tempat / tujuan yang diharapkan.

UKURAN SELENDANG (5 dm x 1945 mm) bermakna bahwa dalam mengemban amanat dimaksud harus senantiasa berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Warna dasar WULUNG (Ungu) pada selendang melambangkan keuletan, ketekunan, serta disiplin diri. Ini mengandung maksud bahw Pembina Mahir harus ulet, tekun, dan disipkin dalam berkarya / menggeladi generasi.

LIDAH API --sebagai motif selendang-- melambangkan semangat yang tak kunjung padam atas keinginan untuk senantiasa menata diri dalam bingkai Satya dan Darma Pramuka (3 lidah api dan jumlah kelipatan 10 dari obor).

Simbol JANTUNG bermakna bahwa selama jantung masih berdetak di dada, seorang Pembina Mahir harus selalu dan tetap mengabdikan diri dengan moto Ikhlas Bakti Bina Bangsa Ber Budi Bawa Laksana.

Senjata / Keris mengandung makna bahwa seorang Pembina Mahir harus memiliki sumber daya, pemikiran yang selalu tajam dan cara berpikur yang kritis, serta tanggap dengan lingkungannya. 

Terakhir, bentuk "KANTONG" pada ujung lipatan selendang bermakna bahwa seorang Pembina Mahir harus mampu menampung aspirasi peserta didik dan masyarakat di sekutarnya untuk kemudian dicarikan solusi / jalan keluarnya.

Selamat Berbakti wahai para Pembina Mahir...!




Comments

Popular posts from this blog

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

Pelatih Berjiwa Ikhlas

 ðŸŒ¿ Renungan Pelatih Berjiwa Ikhlas Saudara-saudaraku  Pelatih pembina pramuka "Tidak semua bhakti terlihat, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan. Tapi setiap ketulusan akan menemukan jalannya menuju keberkahan." Menjadi pelatih bukan tentang gelar, bukan pula tentang pujian. Tapi tentang hati yang rela menuntun, membimbing, dan menemani setiap langkah anak didik menuju masa depan. Ikhlas itu ketika kita tetap hadir meski tak disebut, tetap memberi meski tak dipuji, tetap tersenyum meski lelah menyapa. Tugas pelatih bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menyalakan semangat, membentuk karakter, dan menanamkan nilai. Itu pekerjaan sunyi… Tapi di sanalah letak kemuliaannya. Ketika lelah datang, ingatlah… Bahwa setiap waktu yang kau habiskan untuk membina, adalah investasi abadi yang tak akan hilang ditelan zaman. Ketika kecewa menyapa, sadarlah… Bahwa kau sedang menanam di ladang kebaikan yang akan panen Tuhan. Jadilah pelatih yang menanam dengan cinta, membina dengan sab...

KATA HIKMAH BADEN POWELL

 KATA HIKMAH BADEN POWELL   1.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Yang perlu diperhatikan bahwa anak bukanlah selembar cek kosong untuk diisi dengan keinginan orang dewasa" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   2.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Pembina pramuka itu tidak bisa membuat suatu tanaman tumbuh ke atas dengan nanya menarik batangnya" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   3.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  “Metode kita cenderung mendidik daripada memberikan instruksi dengan melalui permainan-permainan, kegiatan-kegiatan yang menarik, tetapi benar-benar membina moral, mental dan fisik (Our method of training is to educate from  within rather than to instruct from without; to offer games and activities which, while...