Skip to main content

Selamat Hari Guru

TOLAK TANGAN BERAYUN KAKI, PELUK TUBUH MENGAJAR DIRI

Guru punya peran membantu murid supaya bisa belajar, bukan mengajarinya. Bagaimana supaya murid bisa belajar? 

Supaya bisa belajar, murid harus punya kesempatan. Nah, orang-orang di sekelilingnya (guru dan orang tua) yang menyediakan kesempatan itu. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Guru harus bisa menahan diri untuk  tidak (terlalu banyak) mengajari.

Dengan kata lain, guru mempunyai peran mengembangkan, bukan mematikan potensi. Itulah sebabnya memberi kesempatan yang luas kepada murid adalah mutlak.  Menjadi guru dominan di kelas bukanlah sebuah cara tepat untuk memainkan peran tersebut. 

Selain adanya kesempatan yang diberikan, aktivitas belajar harus membuat murid terlibat. Mereka bukan obyek. Mereka adalah pelaku dan pusat pembelajaran. 

Pelibatan murid tidak bisa dengan paksaan, aturan yang ketat, atau ancaman. Keterbukaan dan kenyamanan justru menjadi pintu masuk agar mereka terlibat utuh dan aktif dalam proses belajar.

Murid akan suka rela dan butuh terlibat ketika kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kebutuhan dasar agar murid terlibat utuh dan aktif adalah beberapa hal berikut ini. 

1. Butuh percaya

Prioritas nomor satu bagi setiap guru adalah membangun kepercayaan dengan murid-muridnya. Kepercayaan adalah dasar dari setiap hubungan yang sukses.  

Murid tidak akan memberikan usaha terbaik jika mereka tidak percaya bahwa guru memprioritaskan kepentingan terbaik mereka. Murid biasanya akan menghindar jika tidak merasa aman dan dipercaya. Mereka mengharapkan guru menunjukkan perlakuan yang baik (humanis), jujur, adil,  dan terbuka. 

2. Butuh harapan

Guru adalah distributor harapan. Guru menanamkan harapan kepada murid-muridnya. Guru membangun kepercayaan bahwa murid-murid dapat tumbuh, mengembangkan keterampilan, dan memiliki peluang untuk kemajuan. 

Merupakan tugas guru untuk memupuk harapan itu dan mendukung  pertumbuhan mereka.

3. Butuh merasa berharga 

Tantangan membuat belajar sebagai pengalaman yang bermakna. Murid memiliki kebutuhan untuk merasa yakin bahwa jika melakukan yang terbaik dan menunjukkan integritas, mereka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Untuk bisa belajar, murid butuh merasa mampu dan berharga. Ini sebuah syarat mutlak. Keyakinan bahwa dirinya mampu merupakan bahan bakar yang mampu menghidupkan motivasi dan semangat, juga mengaktifkan neuron-neuron otak. Disinilah sebuah sugesti diperlukan. Guru hendaknya selalu mempompakan keyakinan ini. Tidak hanya lewat kata-kata, juga tindakan dan ekspresi. Misalnya, selalu menunjukkan wajah optimis dan bergairah kepada setiap anak. 

4. Butuh merasa kompeten 

Murid perlu tantangan dalam belajar. Jika aktivitasnya terlalu sederhana, mereka akan mudah kehilangan minat dan menjadi tidak terlibat. Jika aktivitasnya terlalu menantang, dapat menyebabkan keputusasaan dan frustrasi. 

Guru harus terus mencari dan menemukan titik yang tepat di mana murid mendapat tantangan yang sesuai. Namun, tanggung jawab itu tidak semuanya berada di pundak guru. Murid perlu mengambil tanggung jawab atas perkembangan mereka sendiri dan belajar bagaimana mengelola motivasi mereka.

Bagaimana cara Anda melibatkan murid dalam belajar?

#MerdekaBelajar

#GuruBelajar

#GuruPenulis

#sekolahprima

Comments

Popular posts from this blog

CONTOH PROGRAM LATIHAN MINGGUAN PRAMUKA

Sebelum membina peserta didik, seorang Pembina Pramuka wajib menyusun program latihan mingguan. Tujuannya agar kegiatan berjalan terarah, materi tertata rapi, dan sesuai dengan SKU (Syarat Kecakapan Umum). Berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan : • Dasar Program Latihan Materi latihan diambil dari poin-poin dalam SKU. Setiap minggu, minimal dua poin dari SKU dituangkan dalam bentuk kegiatan yang bisa dipahami dan dipraktikkan oleh peserta didik. • Susunan Latihan Latihan dimulai dengan upacara pembukaan dan diakhiri dengan upacara penutupan. Di antara kedua upacara ini, kegiatan inti dilakukan sesuai materi SKU yang direncanakan. • Kegiatan Pengganti Jika ada kendala seperti cuaca buruk (misalnya hujan saat upacara atau latihan luar ruangan), siapkan alternatif kegiatan di dalam ruangan. Contohnya seperti: • Permainan edukatif • Yel-yel • Diskusi materi SKU • Latihan baris-berbaris di aula Intinya, setiap materi inti harus memiliki pengganti kegiatan agar program tetap berjala...

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

TUPOKSI PEMBINA GUDEP DAN PEMBINA SATUAN

 Tugas Pembina Gudep (Gugusdepan) Memimpin dan Mengelola Gudep: Memimpin Gudep selama masa baktinya dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatannya.  1. Administrasi Gudep: Menangani administrasi umum, termasuk penerimaan anggota baru, penyusunan program kerja, dan pembuatan laporan berkala.  2.Pengembangan Anggota: Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka, serta memelihara kelangsungan pembinaan dan pengembangan kepramukaan di Gudep.  3. Koordinator: Mengkoordinasikan kegiatan seluruh golongan peserta didik dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gudep, orang tua, serta tokoh masyarakat.  4.Pelaporan: Bertanggung jawab menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Kwartir Ranting (Kwarran) serta pertanggungjawaban kepada Musyawarah Gugus (Mugus).  Tugas Pembina Satuan Pembinaan Peserta Didik: Membina para Pramuka dalam satuannya sesuai dengan usia golongan, menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.  1...