Skip to main content

Panggil Aku "Kakak"


Pramuka sy temui menganggap sebutan sesama anggota GP adalah Hal biasa . Ada yg memanggil dengan sebutan " Anda " atau Dinda bahkan terkadang " Kanda " memang kalau dilihat secara bahasa umum tidak masalah sebutan kanda / Dinda itu akan tetapi, ketika posisi orang itu sebagai anggota Gerakan Pramuka dan pada saat ia berkegiatan dilingkungan Pramuka sdh tentu ia mentaati peraturan Hukum yang ada di GP tujuanya adalah pertama, memanggil sebutan sesama anggota GP adalah sebagai perwujudan ketaatan Pramuka itu terhadap sistem pendidikan kepramukaan melalai amanah Pasal 4 Undang Undang No 12 Tahun 2010 GP Bahwa tujuan GP selain pendidikan " karakter " juga membangun pendidikan norma Hukum yg lazimnya kita sebut dgn istilah peraturan Hukum yang telah dipaparkan dalam kalimat tujuan  GP yaitu salah satunya " Taat Hukum " artinya dimanapun posisi anggota GP baik ketika berkegiatan pramuka maupun tdk berkegiatan pramuka wajib mentaati Hukum yang berlaku di Negara RI ini terutama Hukum yang diatur dalam UUGP itu sendiri. Kedua, mewujudkan penerapan nilai nilai kode kehormatan yang ada didalam GP . Karna panggilan sesama anggota GP mempunyai arti Kiasan Dasar tersendiri dalam hubungan antar anggota Dewasa dgn anggota Muda lainya contohnya,  panggilan antara pramuka siaga dengan pembina Dewasanya adalah " Yanda / Bunda  "  ada makna kiasan dasar nya dimna Yanda / bunda dianggap sebagai sebutan bagi pembina Dewasa  selaku orang tua anak siaga digudep mereka. Atas dasar inilah pramuka siaga belajar menghormati orang tua yg merupakan induk tempat mereka berbakti sebagai seorang anak dalam hubungan keluarga antara orang tua dan anak layaknya seperti anak anak siaga berada dirumah mereka bersama orang tua kandung mereka dirumah Berdasarkan model sistem among " ing ngarsa sun tuloda " didepan memberi teladan. Seorang pembina selaku org tua pesdik pramuka siaga memberi teladan prilaku yg positif ke pramuka siaga dan mereka meniru prilaku positif dari pembinanya .  Sistem ini terus berlanjut sesuai tupoksi penerapanya disetiap Jenjang tingkatannya berlanjut ke Penggalang 11 - 15 Thn, penegak 16 - 20 Thn, dan berakhir proses pendidikan ini sebagai bagian dari proses pendidikan sepanjang hayat diumur 21 - 25 Thn.lalu penerapannya matangnya masuk ketika si pramuka masuk usia diatas 25 thn yg berperan sebagai anggota Dewasa. Pengaturan panggilan sesama anggota GP diatur lebih lanjut dalam KN / 231 / 2007 / Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gudep adalah sebagai berikut : 
1. Sebutan  pembina / pembantu pembina umur diatas 25 thn  / sdh menikah adalah siaga memanggilnya dgn sebutan " Yanda / Bunda dan pakcik / Bucik bagi pembantu pembinanya. Dan pembina / pembantu pembina memanggil siaga dgn sebutan " Adik "
2. Kakak disingkat  " Kak " sebutan bagi pembina / pembantu pembina  dan " adik " bagi pramuka penggalang. 
3. Kakak disingkat  " kak " untuk pembina penegak dan pandega
Oleh :  Jumadil SH. Asisten adv. Sulaiman SH.MH  
Wa 081338514244

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

CONTOH PROGRAM LATIHAN MINGGUAN PRAMUKA

Sebelum membina peserta didik, seorang Pembina Pramuka wajib menyusun program latihan mingguan. Tujuannya agar kegiatan berjalan terarah, materi tertata rapi, dan sesuai dengan SKU (Syarat Kecakapan Umum). Berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan : • Dasar Program Latihan Materi latihan diambil dari poin-poin dalam SKU. Setiap minggu, minimal dua poin dari SKU dituangkan dalam bentuk kegiatan yang bisa dipahami dan dipraktikkan oleh peserta didik. • Susunan Latihan Latihan dimulai dengan upacara pembukaan dan diakhiri dengan upacara penutupan. Di antara kedua upacara ini, kegiatan inti dilakukan sesuai materi SKU yang direncanakan. • Kegiatan Pengganti Jika ada kendala seperti cuaca buruk (misalnya hujan saat upacara atau latihan luar ruangan), siapkan alternatif kegiatan di dalam ruangan. Contohnya seperti: • Permainan edukatif • Yel-yel • Diskusi materi SKU • Latihan baris-berbaris di aula Intinya, setiap materi inti harus memiliki pengganti kegiatan agar program tetap berjala...

Pelatih Berjiwa Ikhlas

 ðŸŒ¿ Renungan Pelatih Berjiwa Ikhlas Saudara-saudaraku  Pelatih pembina pramuka "Tidak semua bhakti terlihat, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan. Tapi setiap ketulusan akan menemukan jalannya menuju keberkahan." Menjadi pelatih bukan tentang gelar, bukan pula tentang pujian. Tapi tentang hati yang rela menuntun, membimbing, dan menemani setiap langkah anak didik menuju masa depan. Ikhlas itu ketika kita tetap hadir meski tak disebut, tetap memberi meski tak dipuji, tetap tersenyum meski lelah menyapa. Tugas pelatih bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menyalakan semangat, membentuk karakter, dan menanamkan nilai. Itu pekerjaan sunyi… Tapi di sanalah letak kemuliaannya. Ketika lelah datang, ingatlah… Bahwa setiap waktu yang kau habiskan untuk membina, adalah investasi abadi yang tak akan hilang ditelan zaman. Ketika kecewa menyapa, sadarlah… Bahwa kau sedang menanam di ladang kebaikan yang akan panen Tuhan. Jadilah pelatih yang menanam dengan cinta, membina dengan sab...