Skip to main content

TENAGA PENDIDIK KEPRAMUKAAN

Persyaratan Tenaga Pendidik dalam Pendidikan Kepramukaan

Tenaga  pendidik  dalam  pendidikan  kepramukaan  disebut  sebagai anggota dewasa (UUGP  Pasal 14). Berdasarkan SK Kwarnas Nomor 047 Tahun 2018 tentang  Pedoman Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka, Anggota Dewasa adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia diatas  25 tahun .

Tenaga pendidik harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik dalam Gerakan Pramuka (AD Gerakan Pramuka, Pasal 18, ayat (2). Persyaratan umum dan khusus tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan diatur dalam SK Kwarnas Nomor 047/2018 sebagai berikut.

Syarat Umum (Syarat Anggota Dewasa)
a.  Sehat jasmani dan rohani.
b.  Memiliki kepedulian terhadap masa depan kaum muda.
c.  Memiliki  kemampuan,  keterampilan  dan  pengalaman  yang dibutuhkan Gerakan Pramuka.
d.  Menyetujui dan memahami Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010  tentang  Gerakan  Pramuka,  Anggaran  Dasar,  Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan Gerakan Pramuka.
e.  Memiliki  keteladanan,  kepemimpinan,  ketokohan  dan kepeloporan.
f.  Mengikuti Kursus Orientasi Kepramukaan

Syarat Khusus
a.  Pembina Pramuka (bertugas  membina  peserta  didik  di Gugusdepan).
(1)  Memiliki Ijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar. (2)  Membina satuan pramuka (3)  Memiliki Surat Hak Bina Dasar (SHB-D) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

b.  Pembina Gugusdepan (bertugas mengelola Gugusdepan)
(1)  Memiliki Ijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan. (2)  Membina satuan pramuka dan memimpin Gugusdepan. (3)  Memiliki  Surat  Hak  Bina  Lanjutan  (SHB-L)  yang  masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

c. Pelatih Pembina Pramuka (bertugas melatih Pembina Pramuka)
(1)  Memiliki Ijazah Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). (2)  Menjadi pelatih dan fasilitator pendidikan dan pelatihan kepramukaan (3)  Memiliki Surat Hak Latih Dasar (SHL-D) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

d. Pemimpin Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan (bertugas memimpin Pusdiklat)
(1)  Memiliki  Ijazah  Kursus  Pelatih  Pembina  Pramuka  Tingkat Lanjutan (KPL). (2)  Menjadi pelatih, fasilitator, dan pemimpin pendidikan dan pelatihan kepramukaan. (3)  Memiliki  Surat  Hak  Latih  Lanjut  (SHL-L)  yang  masih berlaku, yang diterbitkan oleh kwartir cabang.

e. Pamong Satuan Karya Pramuka (bertugas mendidik peserta didik di Satuan Karya Pramuka)
(1)  Memiliki  Ijazah  Kursus  Pembina  Pramuka  Mahir  Tingkat Dasar (KMD). (2)  Memiliki ijazah Kursus Pamong Saka. (3)  Diangkat  dengan  Surat  Keputusan  Kwartir  Cabang berdasarkan usul Satuan Karya Pramuka.

f. Instruktur Satuan Karya Pramuka (orang  dewasa  yang  memiliki keahlian dan keterampilan khusus kesakaan yang bertugas membantu Pamong Saka di Satuan Karya Pramuka)
(1)  Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keahlian khusus sesuai krida Saka. (2)  Memiliki Sertifikat Kursus Instruktur Saka. (3)  Diangkat  dengan  Surat  Keputusan  Kwartir  Cabang berdasarkan usul Satuan Karya Pramuka.

Kegiatan  pendidikan  kepramukaan  dimaksudkan
untuk  meningkatkan  kemampuan  spiritual  dan
intelektual,  keterampilan,  dan  ketahanan  diri  yang
dilaksanakan  melalui  metode  belajar  interaktif  dan
progresif (UUGP Pasal 7 ayat (2). Pelaksanaan metode belajar interaktif dan progresif mengharuskan kehadiran  orang  dewasa  yang  memberikan dorongan dan dukungan sehingga kegiatan berlangsung dengan aman, nyaman, dan terarah sesuai prinsip dasar kepramukaan.

#GerakanPramuka #KwartirNasional #Kwarnas #PembinaPramuka #KMD #KML #KPD #KPL #PembinaGudep #PamongSaka #InstrukturSaka #Pusdiklat #KepalaPusdiklat #PelatihPembinaPramuka #Pelatih #BiasakanYangBenar #AnggotaDewasa

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

Pelatih Berjiwa Ikhlas

 ðŸŒ¿ Renungan Pelatih Berjiwa Ikhlas Saudara-saudaraku  Pelatih pembina pramuka "Tidak semua bhakti terlihat, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan. Tapi setiap ketulusan akan menemukan jalannya menuju keberkahan." Menjadi pelatih bukan tentang gelar, bukan pula tentang pujian. Tapi tentang hati yang rela menuntun, membimbing, dan menemani setiap langkah anak didik menuju masa depan. Ikhlas itu ketika kita tetap hadir meski tak disebut, tetap memberi meski tak dipuji, tetap tersenyum meski lelah menyapa. Tugas pelatih bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menyalakan semangat, membentuk karakter, dan menanamkan nilai. Itu pekerjaan sunyi… Tapi di sanalah letak kemuliaannya. Ketika lelah datang, ingatlah… Bahwa setiap waktu yang kau habiskan untuk membina, adalah investasi abadi yang tak akan hilang ditelan zaman. Ketika kecewa menyapa, sadarlah… Bahwa kau sedang menanam di ladang kebaikan yang akan panen Tuhan. Jadilah pelatih yang menanam dengan cinta, membina dengan sab...

KATA HIKMAH BADEN POWELL

 KATA HIKMAH BADEN POWELL   1.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Yang perlu diperhatikan bahwa anak bukanlah selembar cek kosong untuk diisi dengan keinginan orang dewasa" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   2.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Pembina pramuka itu tidak bisa membuat suatu tanaman tumbuh ke atas dengan nanya menarik batangnya" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   3.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  “Metode kita cenderung mendidik daripada memberikan instruksi dengan melalui permainan-permainan, kegiatan-kegiatan yang menarik, tetapi benar-benar membina moral, mental dan fisik (Our method of training is to educate from  within rather than to instruct from without; to offer games and activities which, while...