Skip to main content

Pembina Pramuka dan Metode Kepramukaan


Menurut Prof. Dr. Suyatno,  M. Pd,  bahwa hanya pembina yang tahu atas perkembangan kemampuan dan kecakapan peserta didiknya karena pembina merupakan sosok yang telah dibekali untuk (1) merencanakan program pembina yang simultan,  terpola,  dan tersistem sehingga dapat dioperasionalkan, (2) menerapkan metode kepramukaan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan kejiwaan peserta didik,  (3) memantau, mengukur,  dan menghargai kecakapan yang diperoleh peserta didik melaui sebuah pendidikan yang bernama kursus (KMD,  KML,  karang pamitran dan sebagainya) yang dirancang untuk itu,  (4) melindungi peserta didik dengan penuh kegembiraan,  kebahagiaan,  kesungguhan,  kedamaian,  dan menyehatkan. Maka peran pembina sangat diperlukan dalam pendidikan kepramukaan sebagai penjamin mutu keberhasilan peserta didiknya. (Metode Kepramukaan untuk pembina dan pelatih)

Sepanjang yang saya amati banyak para pembina pramuka yang sudah mengikuti kursus pembina pramuka mahir baik dasar maupun lanjutan yang hanya puas dengan kegiatan seremonial selama seminggu di tempat kursus,  padahal tantangan yang sebenarnya adalah membina di gugusdepan itu sendiri,  dan gugusdepan merupakan laboratorium bagi pembina untuk memantau, mengukur,  dan tempat berlatih. Moral peserta didik tidak akan tumbuh dengan baik tanpa sosok yang mengajukan menu moral yang bersumber dari satya dan darma pramuka yang disesuaikan dengan tingkat usia peserta didik. Sepulang dari bangku kursus dengan ijazah ditangannya sudah cukup bangga padahal itu sebagai alat untuk pembina untuk bersemangat dalam membina,  ijazah tidak ada gunanya jika kewajiban membina di abaikan.

Pembina pramuka yang baru pulang kursus segera bekerja untuk menilai kelayakan dirinya, selama enam bulan pembina harus menuntaskan beberapa tugas yang tertuang dalam RTL yang dinamakan NARAKARYA,  narakarya Dasar dan narakarya lanjutan. Barulah pembina mendapat Surat Hak Bina,  jika pembina itu lulusan mahir lanjutan setelah enam bulan menyelesaikan Narakarya Lanjutan maka yang bersangkutan akan dikukuhkan sebagai pembina mahir yang ditandai dengan pemakaian Pita Mahir,  Selendang Mahir dan Tanda Jabatan Pembina.

Jika berani mengikuti kursus pembina pramuka dengan diberi gelar " Pembina Pramuka " maka harus berani juga membina digugusdepan dan menerapkan Kode Kehormatan serta Metode Kepramukaan.

Bentuk kasih sayang pembina pramuka kepada pesdiknya menurut Prof. Dr. Suyatno,  M.Pd adalah kasih sayang dibagi tanpa pandang bulu dan tanpa membedakan apapun alasannya. Pembina hebat selalu memandang peserta didiknya sebagai sosok potensial yang kelak dapat mengendalikan diri,  lingkungan dan bangsanya. Peserta didik itu milik bangsa yang paling berharga karena mempunyai ruang dan waktu yabg khas.

| DM | 2020

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

Pelatih Berjiwa Ikhlas

 ðŸŒ¿ Renungan Pelatih Berjiwa Ikhlas Saudara-saudaraku  Pelatih pembina pramuka "Tidak semua bhakti terlihat, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan. Tapi setiap ketulusan akan menemukan jalannya menuju keberkahan." Menjadi pelatih bukan tentang gelar, bukan pula tentang pujian. Tapi tentang hati yang rela menuntun, membimbing, dan menemani setiap langkah anak didik menuju masa depan. Ikhlas itu ketika kita tetap hadir meski tak disebut, tetap memberi meski tak dipuji, tetap tersenyum meski lelah menyapa. Tugas pelatih bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menyalakan semangat, membentuk karakter, dan menanamkan nilai. Itu pekerjaan sunyi… Tapi di sanalah letak kemuliaannya. Ketika lelah datang, ingatlah… Bahwa setiap waktu yang kau habiskan untuk membina, adalah investasi abadi yang tak akan hilang ditelan zaman. Ketika kecewa menyapa, sadarlah… Bahwa kau sedang menanam di ladang kebaikan yang akan panen Tuhan. Jadilah pelatih yang menanam dengan cinta, membina dengan sab...

KATA HIKMAH BADEN POWELL

 KATA HIKMAH BADEN POWELL   1.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Yang perlu diperhatikan bahwa anak bukanlah selembar cek kosong untuk diisi dengan keinginan orang dewasa" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   2.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Pembina pramuka itu tidak bisa membuat suatu tanaman tumbuh ke atas dengan nanya menarik batangnya" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   3.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  “Metode kita cenderung mendidik daripada memberikan instruksi dengan melalui permainan-permainan, kegiatan-kegiatan yang menarik, tetapi benar-benar membina moral, mental dan fisik (Our method of training is to educate from  within rather than to instruct from without; to offer games and activities which, while...