Skip to main content

Kesehatan Anak

REKOMENDASI  IDAI  (IKATAN  DOKTER  ANAK  INDONESIA)
TENTANG  KESEHATAN  ANAK  AKIBAT  BENCANA  KABUT  ASAP
Jakarta Senin, 26 Oktober 2015

Mengurangi pajanan asap terhadap saluran napas anak, dapat dilakukan dengan cara tetap berada di dalam ruangan dengan jendela dan pintu tertutup. Tutup setiap akses ke luar ruangan, apabila memungkinkan Air conditioner (AC) dihidupkan dalam mode ‘re-circulate’ dengan mengganti filter secara teratur. Pada
periode berkurangnya kepekatan asap, buka ventilasi rumah dan bersihkan rumah dari partikel debu yang sudah sempat menumpuk di dalam rumah.

Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi seperti memasak dengan gas/kompor propane, merokok, menyedot debu (jika tidak punya penyedot HEPA filter/sistem sedot terpusat), dan membakar kayu/furnace. Tambahkan ruangan atau sistem penyaringan udara terpusat untuk menyingkirkan
partikel di udara (hindari pembersih udara yang dapat menghasilkan zat berbahaya
ke dalam ruangan). Gunakan pelembab udara (humidifier) atau bernapas lewat kain basah untuk menjaga kelembaban membran mukosa jalan napas anak.

Kurangi aktivitas di luar ruang untuk mengurangi hirupan kontaminan udara. Apabila keluar menggunakan mobil, tutup jendela dan ventilasi mobil, pasang AC mobil pada mode re-circulate. Populasi berisiko tinggi harus segera mencari tempat dengan udara yang bersih, misalnya di rumah, rumah kerabat, atau tempat umum yang berudara lebih bersih yang disediakan. Penutupan sekolah dan tempat aktifitas perlu dipertimbangkan jika kualitas udara sangat buruk. Namun pada kondisi tertentu, sekolah justru dapat menjadi tempat atau ruangan yang aman untuk anak, serta tempat untuk pemantauan aktivitas anak.

Abu yang terkumpul karena pembakaran dapat menyebabkan iritasi kulit dan saluran napas, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah berikut: anak dihimbau jangan bermain di dekat asap, gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, celana panjang, cuci buah dan sayur segar sebelum dimakan, jangan membuang abu di saluran pembuiangan air, karena akan menyebabkan sumbatan, sebaiknya abu dibuang di tempat sampah.

Masker cat/debu/bedah tidak efektif mencegah terhirupnya atau inhalasi partikel halus di udara bebas. Masker yang menyaring hingga 95% partikel berukuran ≥0.3 um (N95) hanya efektif, apabila dipakai dengan tepat pada wajah. Tersedia pula N99 dan N100, dalam bentuk full face atau half face dengan filter HEPA, namun tidak nyaman saat dipakai. Masker berukuran lebih kecil dari standar sesuai apabila dipakai untuk anak, namun produsen masker tidak menyarankan masker tersebut untuk anak. Bila anak terpapar pajanan asap yang parah hingga memerlukan masker, sedapat mungkin bawa anak ke tempat dengan udara yang lebih bersih. Ganti masker bila sudah kotor, ditandai dengan perubahan warna masker atau bernapas melalui masker terasa menjadi bertambah sulit.

Obat–obat esensial yang dapat diberikan meliputi pemberian antiinflamasi steroid
dan pemberian bronkodilator (salbutamol). Pemberian obat–obat tersebut hanya atas indikasi medis oleh dokter dan tidak digunakan untuk jangka panjang.

Pemberian suplementasi oksigen, yang menggunakan kanula nasal, masker, ataupun  oksigen dalam kemasan, baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit, seharusnya sesuai dengan indikasi medis oleh dokter, misalnya terdapat pneumonia atau serangan asma berat. Suplementasi oksigen temporer tidak memberikan manfaat yang optimal selama kualitas udara lingkungan masih buruk.

Evakuasi harus mempertimbangkan kadar paparan asap saat dilakukan evakuasi, dibandingkan dengan berdiam di dalam ruangan. Jika dilakukan evakuasi, harus diorganisasi dengan baik untuk menghindari makin panjangnya waktu evakuasi dan
meningkatnya paparan asap. Saat pelaksanaan evakuasi, harus disiapkan obat-obatan yang biasa digunakan oleh pasien dan keluarga paling tidak untuk 5 hari. Evakuasi dilakukan ke Penampungan Berudara Bersih (cleaner air shelter), baik berupa tempat – tempat umum seperti sekolah, aula, gedung olahraga, hotel, musholla atau masjid, kantor, gedung serba guna, dan lainnya, yang telah disiapkan untuk dijadikan penampungan berudara bersih. Penampungan berudara bersih tersebut dilengkapi dengan sanitasi yang baik, penyediaan air bersih, sarana pembuangan, dan pengelolaan sampah. Teknologi pembuatan penampungan berudara bersih berdasarkan kemampuan lokal dengan menutup setiap ventilasi dengan plastik dan melengkapi ruangan dengan sistem penyaringan udara seperti air conditioner, air purifier, atau air humidifier.

Untuk anak dengan kebutuhan medis khusus, misalnya suplementasi oksigen, ventilator, dan lainnya, evakuasi dilakukan ke lokasi aman yang memiliki kualitas udara baik. Untuk anak yang telah dievakuasi ke cleaner air shelter namun tidak
menunjukkan perbaikan gejala atau bahkan memburuk dalam 5 hari, seharusnya dievakuasi lanjutan ke lokasi yang lebih aman dengan kualitas udara baik.

Kondisi darurat asap dapat menimbulkan stress dan kecemasan pada anak yang bermanifestasi sebagai gelisah, mengeluh sakit, mimpi buruk, regresi, perilaku sulit/ tidak kooperatif, ketakutan, regresi, dan lainnya. Dengan demikian orangtua atau pengasuh sedapat mungkin harus mempertahankan rutinitas keluarga yang biasa dilakukan. Orangtua dapat lebih memberikan perhatian, membantu ekspresi anak misalnya melalui musik/seni/membuat buku harian, memberi pelukan, serta lebih sabar dalam menghadapi tingkah laku anak yang tidak biasa.

Semoga saja bencana kabut asap ini dapat segera berakhir .7

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Lomba Pioneering

Pionering merupakan bagian dari materi kegiatan kepramukaan yang sangat penting. Materi ini adalah materi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Pramuka. Bentuk pioneering juga bermacam-macam dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit. Masing-masing bentuk juga memiliki kegunaan yang berbeda. Selain itu pioneering juga dapat melatih keterampilan dan kemampuan seorang Pramuka. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan dasar tali temali, kemampuan untuk berkreasi dan kemampuan untuk berimajinasi. Dengan latar belakang tersebut  akhirnya muncul lomba pioneering. Dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan cara membuat lomba pioneering yang baik dan benar. Menentukan Model Lomba Sebelum membuat lomba hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah menentukan model pioneering apa yang akan dilombakan. Ada 3 macam model lomba yang biasa digunakan yaitu model klasik, model bertema dan model bebas. Model tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. M...

Pelatih Berjiwa Ikhlas

 ðŸŒ¿ Renungan Pelatih Berjiwa Ikhlas Saudara-saudaraku  Pelatih pembina pramuka "Tidak semua bhakti terlihat, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan. Tapi setiap ketulusan akan menemukan jalannya menuju keberkahan." Menjadi pelatih bukan tentang gelar, bukan pula tentang pujian. Tapi tentang hati yang rela menuntun, membimbing, dan menemani setiap langkah anak didik menuju masa depan. Ikhlas itu ketika kita tetap hadir meski tak disebut, tetap memberi meski tak dipuji, tetap tersenyum meski lelah menyapa. Tugas pelatih bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi menyalakan semangat, membentuk karakter, dan menanamkan nilai. Itu pekerjaan sunyi… Tapi di sanalah letak kemuliaannya. Ketika lelah datang, ingatlah… Bahwa setiap waktu yang kau habiskan untuk membina, adalah investasi abadi yang tak akan hilang ditelan zaman. Ketika kecewa menyapa, sadarlah… Bahwa kau sedang menanam di ladang kebaikan yang akan panen Tuhan. Jadilah pelatih yang menanam dengan cinta, membina dengan sab...

KATA HIKMAH BADEN POWELL

 KATA HIKMAH BADEN POWELL   1.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Yang perlu diperhatikan bahwa anak bukanlah selembar cek kosong untuk diisi dengan keinginan orang dewasa" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   2.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  "Pembina pramuka itu tidak bisa membuat suatu tanaman tumbuh ke atas dengan nanya menarik batangnya" (Aids to Scout Mastership,Kepramukaan dalam Praktek).   3.            R.S.S. BADEN POWELL, (Bapak pandu dunia, 1857 - 1941),  “Metode kita cenderung mendidik daripada memberikan instruksi dengan melalui permainan-permainan, kegiatan-kegiatan yang menarik, tetapi benar-benar membina moral, mental dan fisik (Our method of training is to educate from  within rather than to instruct from without; to offer games and activities which, while...