Monday, 25 February 2019

Pesan Untuk Pelatih

#pusdiklatnas
TAKSU PELATIH DAN PEMBINA

Bagi pelatih dan pembina pramuka, taksu harus ada dalam dirinya. Berkat taksu, peserta didik mampu terilhami dengan baik sehingga kelak dapat menjadi benar-benar pramuka. Pramuka tidak akan pernah bersusah meski dalam kondisi darurat baginya. Dia tidak akan kaget dengan kesulitan tiba-tiba. Meski tersesat hebat, dia mampu bertahan karena pengaruh taksu pembinanya. Pun demikian, pembina tidak akan pernah merasakan kekurangan dalam kondisi apapun karena taksu pelatihnya sangat bagus.

Taksu adalah pancaran energi positif yang melimpah dari perpaduan pikiran, ucapan, dan tindakan. Taksu terbentuk karena terpenuhinya kebutuhan pikiran, kuatnya pembicaraan, dan santunnya tindakan dari sebuah tekad yang di bidanginya. Jika seseorang menjadi pelatih dan pembina kepramukaan, taksu kepramukaan terpancar dengan baik.

Bagi pelatih dan pembina pramuka, kepramukaan ada dalam jiwa raganya yang bergumpal menjadi taksu. Taksu tidak dapat dibuat-buat. Taksu muncul dengan sendirinya manakala seseorang telah lama berkelindan dengan bidangnya. Semakin sering melatih dan sering menguatkan diri di bidang kepelatihan, taksu seorang pelatih akan kuat. Begitu pula, semakin sering membina dan menguras dunia kepembinaan, taksu pembina akan muncul dengan baik pula.

Sering kita menyebut bahwa seseorang mempunyai wibawa dan kharisma akibat tampak diri yang terbagi ke orang lain. Wibawa dan kharisma itu muncul karena taksu seseorang. Jadi, wibawa dan kharisma tidak bisa dibuat-buat.

Teruslah berlatih. Teruslah belajar. Teruslah berproses. Kelak taksu akan muncul dengan baik. Taksu itu ada dalam setiap orang, tak terkecuali dia itu siapa. Namun, ada tidak selalu muncul karena taksu tidak tergesek dengan baik. Taksu tidak pernah terejawantahkan secara nyata.

Pelatih pusdiklat kepramukaan sudah seharus mampu memunculkan taksu. Apalagi, mereka yang sudah lama menjadi pelatih. Taksu wajib muncul.

Begitu pula, pembina harus mampu memunculkan taksu yang mampu menyinari jiwa raga peserta didiknya. Syaratnya, teruslah membina dengan dinamis. Adakan perbaikan membina dengan rencana membina yang baik. Media membina terus dikreatifkan. Diskusi terus dengan sesama pembina. Kelak, taksu akan bersinar baik. Selamat membina. #kakyatno

Tuesday, 19 February 2019

Keterampilan Pramuka

#pusdiklatnas
KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN

Pionering, menjelajah, hiking, caving, dan lainnya bukanlah keterampilan kepramukaan melainkan media, sarana, dan alat untuk terwujudnya keterampilan kepramukaan. Banyak yang salah kaprah tentang hal itu. Walhasil, keterampilan kepramukaan diartikan secara sempit.

Karena sering dilakukan pionering, berkemah, sandi, morse, dan lainnya oleh pramuka, khalayak ramai mengikonkan hal itu identik dengan pramuka. Itu hanyalah media bagi pramuka. Itu semua jalan bagi terealisasikannya keterampilan pramuka.

Ada istilah lain yang sejajar dengan keterampilan kepramukaan. Istilah itu adalah keterampilan berpikir, keterampilan menulis, keterampilan hidup, dan seterusnya. Media untuk keterampilan berpikir adalah diskusi, debat, membaca, dan lainnya. Keterampilan menulis alatnya adalah menulis surat, puisi, narasi, dan lainnya. Keterampilan hidup sarananya adalah bergaul, berniaga, berumah tangga, dan lainnya. Keterampilan kepramukaan medianya banyak, yakni ibadah, nyanyi, tepuk, tali-temali, jelajah, dan seterusnya.

Apa isi keterampilan kepramukaan yang perlu diwujudkan? Yang perlu direalisasikan melalui media dan sarana adalah skesosif (spiritual, karakter, emosional, sosial, intelektual, dan fisik). Skesosif itu adalah area pengembangan dari diri anak yang perlu diwujudkan dalam tindakan dengan warna kepramukaan. Kepramukaan cirinya adalah keterampilan. Jadi, ada keterampilan spiritual yang diwujudkan melalui tindakan yang bungkus dengan kepramukaan. Begitu pula, area pengembangan yang lainnya.

Keterampilan itu berbeda dengan pengetahuan dan sikap. Meskipun, ketiganya saling melengkapi. Kompetensi dalam pendidikan biasanya dikategorikan ke dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Nah, kepramukaan mengambil sisi keterampilan sehingga dinamakan keterampilan kepramukaan. BP menyebutkan bahwa kepramukaan bukanlah ilmu melainkan permainan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan.

Kalau begitu, apa inti keterampilan kepramukaan?

Vidio Terbaru